Senin, 03 Februari 2020 dilaksanakan musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang merupakan forum antarpelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Kecamatan Prambanan di Boko Sunset Resto (Komplek Candi Ratu Boko) Prambanan Jl. Raya Piyungan – Prambanan Km. 2 Bokoharjo, musrenbang merupakan perencanaan partisipatif bermula dari kesadaran bahwa kinerja sebuah prakarsa sangat ditentukan oleh semua pihak yang terkait dengan prakarsa tersebut. Semua pihak yang terkait selanjutnya dikenal dengan istilah pemangku kepentingan (stakeholders). Komitmen semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan program, dan diyakini bahwa besarnya komitmen ini tergantung kepada sejauhmana mereka terlibat dalam proses perencanaan. Dalam Sistem Perencanaan pembangunan kecamatan, perencanaan partisipatif diwujudkan antara lain melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di mana sebuah rancangan rencana dibahas dan dikembangkan bersama semua pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan berasal dari semua aparat penyelenggara negara (eksekutif, legislatif, dan yudikatif), masyarakat, rohaniawan, pemilik usaha, kelompok profesional, organisasi non-pemerintah, dan lain-lain yang ada di wilayah Kecamatan Prambanan.

Musrenbang Kecamatan Prambanan dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, DPRD Sleman Dapil Prambanan Bpk. Tri Nugroho, SE (Partai PKB), H. Ngadiman, SAG, M.Si (Partai PPP), Tri Mulia Wijayanti, ST (Partai Gerindra), Hj. Sumaryatin, S.Sos, MA (Partai PKS), Kepala Bappeda Sleman Bpk. Drs. Kunto Riyadi, MPPM, Camat Prambanan Drs, Rasyid Ratnandi, S, M.Si, Badan/Dinas  Kabupaten Sleman, Forkompimcam Prambanan, Kepala Desa se-Kecamatan Prambanan,  tokoh masyarakat, kaum rohaniawan, pemilik usaha, kelompok profesional, organisasi non-pemerintah dan organisasi kemasyarakatan kecamatan dan desa.sambutan Camat Prambanan dalam Musrenbang 

Musrenbang Tahun 2020 ini dengan tema “Mengoptimalkan Potensi Daerah menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya”. dalam kesempatan itu Camat Prambanan menyampaikan:

  1.  Agar IPM Indeks Pembangunan Manusia Kecamatan Prambanan dapat  meningkat untuk tahun selanjutnya baik dari segi kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Prambanan.
  2.  Potensi Bencana di Prambanan baik berupa kekeringan dan tanah longsor harus mendapatkan perhatian yang lebih intens dari pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa agar dapat tertangani dengan baik.
  3. Kecamatan Prambanan menjadi wilayah strategis nasional dan provinsi hal ini agar mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten dengan peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk mendukung 4 pilar kemajuan wisata yang terbagi menjadi 4 cluster yaitu ( Bokoharjo, Breksi, Bukit Klumprit dan Lemahbang).

dari Kepala Bappeda Sleman menyampaikan beberapa hal :

  1. Skema BKK (Bantuan Keuangan Khusus) bisa menggunakan dana BKK dengan pengajuan untuk kegiatan pembangunan.
  2. Kawasan Strategis Nasional hal ini berimplikasi pada  pendanaan pembangunan bisa meraih dana APBN, APBD Provinsi serta APBD Kabupaten.
  3. Terkait dengan masalah air bersih telah direncanakan untuk pembuatan PDAM yang bisa mengalir ke wilayah atas Prambanan.
  4. Infrastruktur jalan telah diagendakan untuk pintu exit/keluar tol yang langsung menuju ke wilayah Prambanan untuk mendukung kepariwisataan.
  5. Rencana pembanguan jalan outer ringroad yang ada di wilayah Prambanan agar hal ini segera di tindaklanjuti oleh pemerintah desa sehingga diharapkan dapat meninngkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

dan dalam kesempatan itu Wabup Sleman berpesan agar pemerintah kecamatan dan desa memperhatikan warganya yang belum terjaring/terakomodir dalam jaring kesehatan baik bagi orang tua/manula maupun bagi keluarga miskin agar bisa masuk dalam BPJS kesehatan dan beliau tidak ingin ada warga masyarakat yang tidak bisa berobat dikarenakan tidak memiliki biaya.

Pelaksanaan musrenbang kecamatan berjalan dengan lancar, dan dari DPRD dapil Prambanan siap mendukung program dan kegiatan masyarakat melalui pokir (pokok-pokok pikiran) DPRD untuk kegiatan tahun 2021, sessi diskusi dan tanya jawab berlangsung hingga pukul 13.30 WIB   dan terdapat beberapa point yang harus segera ditindaklanjuti oleh kecamatan dalam 3 hari kedepan dan segera dapat melaporkan ke Bappeda Sleman terkait revisi ajuan musrenbang kecamatan.


peserta Musrenbang kecamatan antusias mengikuti jalannya musyawarah